Senin, 09 Maret 2015

Jangan Berlebihan

"Hey kalian lagi ngapain?" tanya kak Fariz dengan nada kepo yang kelewatan sambil menyembulkan kepalanya ke lingkaran kecil yang kubuat dengan beberapa kawanku. "Bisnis, kak." aku menjawabnya sambil tertawa kecil. "Apa sih-apa sih? lagi ngomongin cowok ya?" kekepoannya semakin menjadi. Aku dan beberapa kawanku hanya tertawa saja melihat tingkahnya yang diliputi dengan keingintahuan. sejujurnya apa yang aku dan kawanku bicarakan tidak lebih dari persoalan kuliah.



"Aah pasti kalian lagi ngomongin soal cowok kan, ngaku aja?" Pertanyaannya menyebalkan sekali.  Memangnya tak ada yang bisa kami bicarakan selain persoalan cowok, jomblo dan sekitarnya? ya ampun klasik sekali persoalan itu, tak pernah selesai-selesai. Meski memang benar juga kadang kami membicarakan hal semacam itu, cukup manusiawi kupikir, akan tetapi pembicaraan semacam itu bukan hal yang menjadi pembicaraan yang cukup kami gemari. Biasa saja.

"Kenapa, lagi pada butuh cowok ya?" tanya kak Fariz iseng. Hahaha... pertanyaan yang membuatku terpingkal-pingkal. Imut sekali pertanyaannya. Walaupun aku dan kawan-kawanku memang belum memiliki pasangan, tapi bahasa semacam itu rasanya tidak pantas dilayangkan kepada kami. Sedikit sombong, kami bukan tipe perempuan yang suka berganti pasangan sesuka hati, bahkan sebenarnya sampai detik ini aku belum merasakan bagaimana rasanya memiliki pasangan (pacaran), dan aku pikir hal tersebut tak penting juga untuk aku alami. Kalau pun kelak aku memiliki pasangan, maka jalur yang akan kutempuh adalah pernikahan. Aku tidak punya banyak waktu untuk menghamburkan waktu untuk sesuatu yang disebut "pacaran", jalan sana-sini dengan pasangan berganti-ganti. Itu bukan aku banget.

Satu hal yang membuatku senang dari perjumpaan sekilasku dengan kak Fariz di parkiran kemarin sore adalah nasehatnya yang meluncur tiba-tiba dan begitu saja ketika dia tiba-tiba bertanya soal hubungan seorang kawan perempuanku yang baru-baru ini berakhir, alias putus, padahal mereka pacaran sudah cukup lama. Beberapa tahun.

"Saranku buat kalian para cewek ni yah, ketika berhubungan sama orang atau mengharapkan seseorang jangan menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi, sebab ketika kalian dikecewakan, apa yang diharapkan tak sesuai dengan kenyataan, maka kalian akan merasakan sakit yang sangat luar biasa dan kalian akan terjangkit trauma yang menyebabkan kalian gak nikah-nikah. Ketika cinta sama orang, biasa aja, sebab siapa yang tahu kelak dia akan menjadi orang yang sangan kamu benci, begitu juga sebaliknya, ketika benci sama orang, sekadarnya saja, sebab siapa yang tahu esok atau lusa ia menjadi orang yang sangat kau cintai."

Hal seperti ini sudah banyak yang mengatakannya, kak Fariz kembali mengingatkanku. Terima kasih kak.

Jangan berlebihan! itulah kuncinya. Tentu saja bukan hanya dalam perkara mencinta atau membenci, ini berlaku bagi setiap hal di dunia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar