Senin, 09 Maret 2015

Jangan Berlebihan

"Hey kalian lagi ngapain?" tanya kak Fariz dengan nada kepo yang kelewatan sambil menyembulkan kepalanya ke lingkaran kecil yang kubuat dengan beberapa kawanku. "Bisnis, kak." aku menjawabnya sambil tertawa kecil. "Apa sih-apa sih? lagi ngomongin cowok ya?" kekepoannya semakin menjadi. Aku dan beberapa kawanku hanya tertawa saja melihat tingkahnya yang diliputi dengan keingintahuan. sejujurnya apa yang aku dan kawanku bicarakan tidak lebih dari persoalan kuliah.

Jumat, 13 Februari 2015

"Ya" di Bibir Saja Tak Cukup

Di bolak-balik bagaimana pun saya kok tetap tidak yakin ya? Ada saja bagian yang bisa disangkal dan dielak, ujungnya tidak yakin juga. Baiklah, saya tahu betul bahwa kebenaran dan pembenaran adalah dua hal yang berbeda, tapi jujur saja ini terasa seperti menyaksikan orang dalam saputan kabut. Tidak jelas. Lalu saya dipaksa untuk yakin? Maaf, saya tidak bisa. Akal hanya akan tunduk pada penjelsan-penjelasan rasional yang akurat dan tepat. Selama kriteria-kriteria itu tidak terpenuhi, maka selama itu pula saya tidak akan bisa percaya. Dan sialnya saya dipaksa untuk tetap percaya!

Terima Kasih, Kak

Teruntuk kakak,

Kelak kakak akan mengerti apa yang pernah saya lakukan jika kau jatuh pada keadaan dan situasi yang serupa dengan yang kualami saat ini, atau mungkin sebenarnya kakak telah terlebih dahulu mengalaminya? Saya berupaya keras untuk memahami situasi kakak sekarang yang sedang serba menggebu dan semangat menyala untuk menggapai mimpi dan cita. Kakak, apapun yang orang lain katakan tentangmu , saya tak pernah peduli. Kakak adalah orang yang selalu sukses membuat saya kalah,  kalah dengan perasaan sendiri, saya tak mempedulikan apa yang orang lain katakan. Saya hanya peduli dengan perasaan saya pada kakak yang begitu sulit saya hapus dan hanguskan.

Jumat, 29 Agustus 2014

Jatuh untuk Bangun part 1

Aku diam menjelajah alam pikiran ketika tak sengaja aku membaca sebaris kalimat ini "cinta dan kebodohan itu nampak hampir tak berbatas". Benarkah demikian? ya barangkali ini ada benarnya juga, aku tak bisa menolaknya begitu saja, karena sangat mungkin aku menjadi salah satu orang yang yang bertindak bodoh ketika mengalami sesuatu yang disebut cinta.