Selasa, 15 Januari 2013

Ajaibnya piranti ini...


Maha suci Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan istimewa. Bayangkan, kita memiliki organ yang beratnya ±1,5 kg, tapi dia merupakan pusat penyimpanan informasi. Nama dia adalah “OTAK”, benda keriput yang ada dalam kepala yang memiliki rangkaian yang rumit… memang tidak sepenuhnya benar kalau otak dikatakan sebagai pusat penyimpanan informasi, tapi dia merupakan sebuah system, mungkin kalau di computer piranti ini bernama  hardware.
Ya beginilah anak filsafat, tak hanya bersandar pada sesuatu yang sifatnya fisik saja, tapi pada sesuatu yang… yang… yang metafisik (sebenarnya tak mesti anak filsafat juga sih. hehehe). Memang seharusnya seperti itu. Ya… mengingat manusia itu kan makhluk dua dimensi, ada dimensi fisik dan dimensi spiritual. Fisiknya ya badan ini dan spiritualnya ya pengetahuan kita.

          
Tapi apapun lah... Saya merasa ditegur dan diingatkan setelah saya membaca sebuah buku, dimana disana dikatakan bahwa otak kita mampu menampung informasi lebih dari seluruh buku yang tersebar diseluruh dunia… subhanallah (jadi tidak heran ya kalau filsuf itu menguasai hampir semua bidang ilmu. Sebenarnya kita juga potensial sekali untuk menjadi seperti mereka). Ini merupakan kabar baik, karena apa? Karena ternyata kata  “tak bisa” menguasai suatu bidang ilmu atau suatu kecakapan tertentu adalah nyaris tidak mungkin terjadi, Allah telah benar-benar sempurna mendesain kita untuk menjadi makhluk terbaik yang menjadi wakilNya. Yang kita perlukan adalah kemauan untuk merealisasikan potensi raksasa yang bersemayam manis dalam tubuh kita. Segala Sesuatu butuh upaya dan usaha keras “no pain no gain” dan itu benar-benar terjadi. Kosa kata “minder”, “tak bisa”, “takut jelek”, dll. sebenarnya adalah penyakit psikis yang dibuat sendiri. Kita kadang terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa kita “tidak bisa”, padahal sebenarnya kita “bisa” pakai banget malah, syaratnya hanya “kemauan dan usaha keras dibarengi dengan mental baja serta keyakinan”. Penyakit yang kita hadapi (bagi yang masih berpenyakit diatas, saya juga sih sebenarnya) adalah sama, yaitu ketakutan! bahaya sekali memang itu yang namanya ketakutan (ketakutan jika dalam porsi sehat dan diletakan pada tempat yang tepat adalah sikap yang baik, tapi jika sudah berlebihan, ketakutan bisa dikategorikan sebagai penyakit), yang belum melakukan apa-apa sudah rajin mengetikan asumsi negative dalam kepala, yang belum apa-apa sudah takut hasilnya jelek, yang belum apa-apa takut dikritik orang, yang belum apa-apa takut ditertawakan, padahal kalau lihat fenomena sederhana anak kecil yang sedang latihan berjalan terus terjatuh, kadang kita sebagai orang yang sudah bisa jalan tertawa, lucu menyaksikannya, lah apa bedanya kita dengan anak kecil itu, kita sama-sama sedang belajar tapi dalam level yang berbeda, jika anak kecil itu belajar jalan, maka kita sedang belajar menambah keterampilan kita demi kemanfaatan yang lebih banyak untuk umat. Jika anak kecil itu masih imut badannya, maka kita juga masih imut,… imut keberaniannya.

          Ini saya kutipkan penggalan kalimat-kalimat motivatif dari novel the life of pie. Semoga menjadi semangat untuk kita J dan bisa meraksasakan keberanian kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang besar dan membesarkan.

“…dengan cepat kita membuat keputusan tergesa-gesa, kita sudah lupa pada faktor-faktor yang menjadi andalan terakhir, yakni harapan dan keyakinan. Nah, kita pun kalah, rasa takut yang sebenarnya hanya perasaan berhasil menundukan kita…”

          Ketika usaha sudah dimaksimalkan, upaya keras telah dilakukan, yang kita butuh hanya seperti yang Pie katakan “harapan dan keyakinan” bahwa Allah tak akan menyiakan usaha kita. Keep struggling for everyone who wants to be the best and gives the best to the world.

^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar