Maha
suci Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan istimewa. Bayangkan, kita
memiliki organ yang beratnya ±1,5 kg, tapi dia merupakan pusat penyimpanan
informasi. Nama dia adalah “OTAK”, benda keriput yang ada dalam kepala yang
memiliki rangkaian yang rumit… memang tidak sepenuhnya benar kalau otak
dikatakan sebagai pusat penyimpanan informasi, tapi dia merupakan sebuah system,
mungkin kalau di computer piranti ini bernama hardware.
Ya beginilah anak filsafat, tak hanya bersandar pada sesuatu yang sifatnya fisik saja, tapi pada sesuatu yang… yang… yang metafisik (sebenarnya tak mesti anak filsafat juga sih. hehehe). Memang seharusnya seperti itu. Ya… mengingat manusia itu kan makhluk dua dimensi, ada dimensi fisik dan dimensi spiritual. Fisiknya ya badan ini dan spiritualnya ya pengetahuan kita.
Ya beginilah anak filsafat, tak hanya bersandar pada sesuatu yang sifatnya fisik saja, tapi pada sesuatu yang… yang… yang metafisik (sebenarnya tak mesti anak filsafat juga sih. hehehe). Memang seharusnya seperti itu. Ya… mengingat manusia itu kan makhluk dua dimensi, ada dimensi fisik dan dimensi spiritual. Fisiknya ya badan ini dan spiritualnya ya pengetahuan kita.
Tapi apapun lah... Saya merasa ditegur
dan diingatkan setelah saya membaca sebuah buku, dimana disana dikatakan bahwa
otak kita mampu menampung informasi lebih dari seluruh buku yang tersebar
diseluruh dunia… subhanallah (jadi tidak heran ya kalau filsuf itu menguasai
hampir semua bidang ilmu. Sebenarnya kita juga potensial sekali untuk menjadi
seperti mereka). Ini merupakan kabar baik, karena apa? Karena ternyata kata “tak
bisa” menguasai suatu bidang ilmu atau suatu kecakapan tertentu adalah
nyaris tidak mungkin terjadi, Allah telah benar-benar sempurna mendesain kita untuk
menjadi makhluk terbaik yang menjadi wakilNya. Yang kita perlukan adalah kemauan untuk merealisasikan
potensi raksasa yang bersemayam manis dalam tubuh kita. Segala Sesuatu butuh
upaya dan usaha keras “no pain no gain” dan itu benar-benar terjadi. Kosa kata “minder”,
“tak bisa”, “takut jelek”, dll. sebenarnya adalah penyakit psikis yang dibuat
sendiri. Kita kadang terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa kita “tidak bisa”, padahal sebenarnya kita “bisa” pakai banget malah, syaratnya hanya “kemauan dan
usaha keras dibarengi dengan mental baja serta keyakinan”. Penyakit yang kita
hadapi (bagi yang masih berpenyakit diatas, saya juga sih sebenarnya) adalah sama, yaitu ketakutan! bahaya sekali memang itu yang namanya
ketakutan (ketakutan jika dalam porsi sehat dan diletakan pada tempat yang tepat adalah sikap yang baik, tapi jika sudah berlebihan, ketakutan bisa dikategorikan sebagai penyakit), yang belum melakukan apa-apa sudah rajin mengetikan asumsi negative
dalam kepala, yang belum apa-apa sudah takut hasilnya jelek, yang belum apa-apa
takut dikritik orang, yang belum apa-apa takut ditertawakan, padahal kalau
lihat fenomena sederhana anak kecil yang sedang latihan berjalan terus
terjatuh, kadang kita sebagai orang yang sudah bisa jalan tertawa, lucu
menyaksikannya, lah apa bedanya kita
dengan anak kecil itu, kita sama-sama sedang belajar tapi dalam level yang
berbeda, jika anak kecil itu belajar jalan, maka kita sedang belajar menambah
keterampilan kita demi kemanfaatan yang lebih banyak untuk umat. Jika anak
kecil itu masih imut badannya, maka kita juga masih imut,… imut keberaniannya.
Ini saya kutipkan penggalan kalimat-kalimat
motivatif dari novel the life of pie.
Semoga menjadi semangat untuk kita J
dan bisa meraksasakan keberanian kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang besar
dan membesarkan.
“…dengan
cepat kita membuat keputusan tergesa-gesa, kita sudah lupa pada faktor-faktor
yang menjadi andalan terakhir, yakni harapan dan keyakinan. Nah, kita pun
kalah, rasa takut yang sebenarnya hanya perasaan berhasil menundukan kita…”
Ketika usaha sudah dimaksimalkan,
upaya keras telah dilakukan, yang kita butuh hanya seperti yang Pie katakan “harapan
dan keyakinan” bahwa Allah tak akan menyiakan usaha kita. Keep struggling for
everyone who wants to be the best and gives the best to the world.
^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar